Senin, 18 Oktober 2010

Tulisan tentang Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat saat ini

Pelacuran di kalangan pelajar

Menurut Encyclopaedia Britannica (1973-74), pelacuran dapat didefinisikan sebagai: ”Praktek hubungan seksual sesaat, yang kurang lebih dilakukan siapa saja (promiskuitas), untuk imbalan berupa upah. Dengan demikian pelacuran dikarakteristikkan oleh tiga unsur utama : pembayaran, promiskuitas dan ketidakacuhan emosional”.
Secara keseluruhan dapat diamati bahwa terdapat tiga elemen utama dari pelacuran yang dikenal luas: ekonomi, seksual, dan psikologi (struktur psiko_individual, emosional). Karena kesemua unsur ini terdapat dalam kebanyakan hubungan seksual, persoalan utama yang dipedebatkan terletak pada bagaimana seorang pelacur dapat dibedakan dari perempuan lain. Satu definisi menempatkan pelacur di bawah isu pekerjaan, kelangkaan akan pelayanan dan keterampilan seksual serta hasrat promiskuitas. Definisi lain menempatkan pelacuran di bawah kebudayaan patriarki. Karena kebudayaan patriarki mendefinisikan seksualitas perempuan di bawah wilayah dominasi pria, yakni untuk melayani kebutuhan pria, tak ada perbedaan dapat ditetapkan antar pelacur dan perempuan lain. Dalam pengertian semacam itu, pelacuran tak dapat diterima sebagai sebuah pekerjaan melainkan hanya sebagai salah satu bentuk penindasan terdahap martabat perempuan.
Kedua definisi tersebut mengandung persoalan yang lahir dari generalisasi berlebihan terhadap aspek ekonomi pelacuran (pemanfaatan dan kelangkaan kecakapan seksual) dan aspek politis pelacuran (dominasi dan keseweng-wenangan pria).
Pelacuran non-keagamaan muncul baik dikalangan kelas yang berkuasa maupun di strata sosial yang lebih rendah di kelas penguasa, pelacuran seringkali tidak dikutuk melainkan dihargai dengan satu dan cara lain. Pada sisi paralel lain dari kaum pelacur yang melayani kelas penguasa adalah mereka yang melayani strata masyarakat lebih rendah. Mereka dapat diidentifikasi, diisolasi dan mengemban stigma sosial. Demikianlah berbagai prubahan historis telah mentransformasikan posisi pelacur istimewa maupun pelacur kalangan rendah.
Dewasa ini pelacuran di kalangan pelajar sudah menjadi rahasia umum. Pelacuran yang biasanya dilakoni oleh wanita dewasa sekarang telah bergeser ke anak pelajar. Bergesernya pelaku pelacuran bisa disebabkan oleh perkembangan jaman, sumber informasi yang terlalu bebas dari dunia luar, dan hilangnya norma dalam masyarakat. Faktor lain yang melatarbelakangi pelacuran pelajar ini adalah faktor ekonomi, kurang pengetahuan tentang seks secara benar, kurang perhatian orang tua, hingga pergaulan.
Umumnya, para pelajar tersebut menjajakan dirinya seusai jam sekolah & yang membuat lebih miris lagi, mereka melakukan hal tersebut dengan masih menggunakkan seragam sekolah. Para lelaki hidung belang yang mengencani mereka mengaku bahwa mereka lebih suka berkencan dengan pelajar tersebut karena tarifnya yang relatif lebih murah dari pelacur dewasa.
Maraknya pelacuran di kalangan pelajar membuat kita yang mendengar dan mengetahuinya menjadi miris. Oleh karena itu, perhatian orang tua dan pergaulan sangat berpengaruh mencegah terjadinya hal tersebut. Agar para pelajar penerus bangsa ini tidak salah jalan dalam menapaki masa depannya.

Tugas 2 Sospol

Tugas 2
Pertanyaan
1. Apa perbedaan dari pola hidup masyarakat yang terstratifikasi?
2. Jelaskan teori-teori yang terdapat dalam struktur sosial / masyarakat saat ini! Beri contoh masing-masing.

Jawaban
1. Stratifikasi pada masyarakat jelas menjadikan pola hidup masyarakat yang terstratifikasi berbeda pula, misalnya stratifikasi masyarakat berdasarkan kriteria ekonomi (harta kekayaan), untuk masyarakat lapisan atas (kaya) ketika pergi mereka terbiasa menggunakan kendaraan pribadi yang mewah, sedangkan untuk masyarakat menengah menggunakan kendaraan bermotor dan untuk masyarakat bawah (miskin) menggunakan kendaraan umum.

2. Pemikiran struktur fungsional sangat dipengaruhi oleh pemikiran biologi yaitu menganggap masyarakat sebagai organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan
Teori Durkheim mengemukakan bahwa masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana di dalamnya terdapat bagian-bagian yang dibedakan.
Contoh: pola hidup yang berbeda antara si miskin dengan si kaya.

Tugas 1 Sospol

Tugas 1

Pertanyaan:
1. Apakah definisi dari:
a. Sosiologi dan sifat-sifat sosiologi?
b. Politik dan teori-teori ilmu politik?
c. Ekonomi dan teori-teori ilmu ekonomi yang anda ketahui?
2. Apakah objek-objek dari sosiologi politik dan ekonomi?

Jawaban:
1. a. Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi dalam (Soekanto, 1982:20-23) mengungkapkan mengenai beberapa sifat hakikat sosiologi sebagai berikut:
1. Sosiologi adalah suatu ilmu social dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
2. Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normative, akan tetapi merupakan disiplin yang kategoris. Artinya sosiologi membatasi pada apa yang terjadi dewasa ini, bukan mengenai apa yang terjadi dan seharusnya terjadi.
3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan yang terpakai (applied science).
4. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahwa yang diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat tetapi bukan wujudnya yang konkret.
5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Artinya, sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar umat manusia dan juga perihal sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Artinya, bahwa hal ini berkaitan denngansoal metode sosiologi yang digunakan.
7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum yang ada dalam setiap interaksi antar manusia.

b. Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.
Teori politik memiliki dua makna: makna pertama menunjuk teori sebagai pemikiran spekulatif tentang bentuk dan tata cara pengaturan masyarakat yang ideal, makna kedua menunjuk pada kajian sistematis tentang segala kegiatan dalam masyarakat untuk hidup dalam kebersamaan. Contoh teori politik yang merupakan pemikiran spekulatif adalah teori politik Marxis-Leninis atau komunisme, contoh lain adalah teori politik yang berdasar pada pemikiran Adam Smith kapitalisme. Pemikiran Tan Malaka dalam tulisannya Madilog . merupakan contoh teori politik Indonesia. Nasakom yang diajukan Soekarno merupakan contoh lain.
Sedangkan teori politik sebagai hasil kajian empirik bisa dicontohkan dengan teori struktural - fungsional yang diajukan oleh Talcot Parson (seorang sosiolog), antara lain diturunkan kedalam teori politik menjadi Civic Culture. Konsep sistem politik sendiri merupakan ciptaan para akademisi yang mengkaji kehidupan politik (sesungguhnya diturunkan dari konsep sistem sosial).
c. Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memiluh dan menciptakan kemakmuran.
Teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi adalah teori pasar bebas dan teori lingkaran ekonomi.
2. Objek dari sosiologi adalah masyarakat dalam berhubungan dan juga proses yang dihasilkan dari hubungan tersebut. Tujuan dari ilmu sosiologi adalah untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Objek dari sosiologi politik adalah masyarakat yang berhubungan dengan dunia politik. Objek dari ekonomi adalah para pelaku ekonomi seperti, pemerintah, produsen, rumah tangga, konsumen dll.

Rabu, 19 Mei 2010

green accounting

Green akuntansi
From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas
Green akuntansi adalah jenis akuntansi yang mencoba untuk faktor biaya lingkungan ke dalam hasil keuangan usaha . Telah dikemukakan bahwa produk domestik bruto mengabaikan lingkungan dan oleh karena itu pembuat keputusan membutuhkan model revisi yang menggabungkan akuntansi hijau "akuntansi nasional hijau,". Istilah ini pertama kali dibawa ke umum digunakan oleh ekonom profesor berpengaruh Petrus Kayu di 80's. Ini adalah praktek kontroversial Namun, karena deplesi sudah faktor dalam akuntansi untuk industri ekstraksi dan akuntansi untuk eksternalitas dapat sewenang-wenang. Julian Lincoln Simon , seorang profesor bisnis administrasi di University of Maryland dan Senior Fellow di Institut Cato, berpendapat bahwa penggunaan sumber daya alam hasil kekayaan yang lebih besar, seperti yang dibuktikan oleh harga jatuh dari waktu ke waktu dari hampir semua sumber daya yang tidak bisa diperbarui.

http://en.wikipedia.org/wiki/Green_accounting

teknik-teknik sampling

Teknik sampling adalah bagian dari metodologi statistika yang berhubungan dengan pengambilan sebagian dari populasi. Jika sampling dilakukan dengan metode yang tepat, analisis statistik dari suatu sampel dapat digunakan untuk menggeneralisasikan keseluruhan populasi. Metode sampling banyak menggunakan teori probabilitas dan teori statistika.
Tahapan sampling adalah:
· Mendefinisikan populasi hendak diamati
· Menentukan kerangka sampel, yakni kumpulan semua item atau peristiwa yang mungkin
· Menentukan metode sampling yang tepat
· Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)
· Melakukan pengecekan ulang proses sampling
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_sampling

Sabtu, 15 Mei 2010

EMOSI IREN

EMOSI IREN

“ Oh.. engge Pak De. Kalo begitu kapan Pak De datang?”
Terdengar suara Papa di ujung telepon.
............
”Oh.. Senin toh! Yaudah kalo begitu nanti saya suruh Iren buat jemput Pak De ngge?
............
”Uwis ra papa Pak De”
............
”Yo..sami-sami Pak De”
Seusai Papa menutup telepon, Iren langsung menerobos bertanya.
”Tadi itu siapa Pa? Trus kok nama Iren disebut-sebut?” Tanya Iren penuh keingintahuan.
”Pak De Marno. Katanya Pak De mau kesini besok hari Senin, Kamu jemput yah!” Jawab Papa santai.
”Pak De Marno? Yang mana yah? Perasaan baru denger?” Tanya Iren bingung.
”Oh iya. Beliau memang baru dua kali ke Jakarta. Kamu dulu pernah ketemu waktu kelas 6 SD.”
”Ya ampun Pah. Ya udah lupalah giman wajahnya. Mas Didi aja kenapa sih yang jemput! Besok kan dia ngga kuliah”. Gumam Iren.
”Eh engga bisa! Kan elo yang disuruh lagian besok gue ada janji sama Dea, udah dibatalin dua kali nih Ren. Ntar dia marah lagi sama gue! Yaaah, pliiiiiss..” Rengek Didi sambil memegang pipi adiknya plus dengan wajah memelas.
”Huh, Dea mulu sih dipikirin..” Ucap Iren BT.
”Iya, Ren. Udahlah kamu aja ya sayang” Bela Mama.
”tapi kan Pa, Iren ngga tahu mukanya kayak gimana. Trus gimana bisa ketemu dong?” Balas Iren cari alasan.
Yaa nanti Papa suruh Pak De tunggu di pintu keluar deh”
”Oia Pah, mobilnya kan masih di bengkel?” Tanya Mama.
”Tadi Papa udah ngomong sama orang bemngkel, katanya besok bisa diambil. Jam dua nanti kamu ambil di bengkel ya Ren, trus jam empat kamu ke stasiunnya.” Jelas Papa.
Tanpa berkomentar apa-apa Iren hanya memanyunkan bibirnya dan melirik ke arah Mas Didi yang tersenyum sangan puas. Tinggal Iren menatap abangny itu penuh dendam.
* * *
Bel pulang sekolah sudah berdering. Satu persatu teman sekelas Iren meninggalkan kelasnya. Namun Iren masih melamun, buku-buku di atas mejanya pun belum dirapikan.
”Woy, bengong aja lo! Mau pulang ngga?” Bentak Meli teman sebangkunya yang sedang menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
”Busyet dah, wanginya! Gue hampir pingsan nih Mel!” ucap Iren sampil menutup rapat-rapat hidungnya.
”Yee, daripada lo bauu!!” Sanggah Meli ”Yee udah cepet mau balik ngga?!”
Sambil merapikan bukunya, Iren bicara.
”Mel, anterin gue ke bengkel yuk. Mao ngambil mobil nih entar sore gue disuruh jemput Pak De gue. Maksud gue, kan gue jemputnya sore jadi gue bisa tidur dulu gitu di rumah lo! Hehehe..” ucap Iren tersenyum imut.
“Ugh, dasar lo! Ya udah yuk!”
* * *
”Ren, Ren! Bangun Ren! Lo ngga jadi jemput Pak De lo!”
”jadi, ntar dulu ahh bentar lagi” jawab Iren super malas bin lemas.
”Udah jam setengah lima tuh!” Teriak Meli.
”Haahhh...!! aduh, lo kenapa ngga bangunin gue dari tadi sih?!”Omel Iren.
“Yee, dasar elo aja yang kebluk. Mulut gue udah ampe bebusa nih ngebangunin elo!” Meli balas mengomel.
”Ya udah ye. Thanks Mel. Byeee!! Teriak Iren sambil berlari keluar kamar dengan terburu-buru.
* * *
Di perjalanan Iren ngebut abis-abisan sambil sesekali melihat ke arah jam yang melingkar manis di pergelangan tangannya. Tiba-tiba sesampainya di depan stasiun Iren ngerem mendadak. Ia keluar dengan membanting pintu mobilnya plus mukanya yang marah.
”Aduh Bapak gimana sih, kalo nyebrang liat-liat dong!! Lagian kalo Bapak ketabrak, saya juga yang disalahin. Engga tahu apa orang lagi buru-buru!!” Ucap Iren dengan nada sangat marah.
Selesai Iren memaki bapak itu yang masih terdiam membisu lalu ia kembali ke dalam mobil dan memarkirkannya. Sesegera mungkin ia berlari menuju ke lobi. Sesampainya disana Iren ingat bahwa Paanya menyuruhnya menunggu di pintu keluar. Lalu ia berlari ke pintu keluar namun tak ada seorangpun menunggu di situ. Akhirnya Iren bertanya ke loket dan penjaga apakah kereta yang dimaksud sudah tiba. Namun sang penjaga memberitahukannya bahwa kereta itu sudah sejak tadi tiba. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 5.45. Sambil merapikan poninya yang lusuh Iren mengambil keputusan untuknya pulang kerumahnya.
* * *
Sesampainya di rumah, dengan kaki yang melangkah lemas Iren menaiki anak tangga di depan ters rumahnya. Dari dalah ruangan tamu terdengan suara riuh Papa dan Mamany. Dalam kepalanya Iren memikirkan apa yang harus dikatakannya kepada orangtuannya.
”Assalamualaikum” Salam Iren, sejenak kemudian mata Iren terbelalak.
”Walaikumsalam” Jawab mereka.
”Kamu gimana sih sayang, disuruh jemput tapi Pak Denya malah dateng sendirian.” Tanya Mama dengan nada heran.
Ia melihat sosok seorang lelaki yang duduk tak jauh dari Ayahnya. Sepertinya Ia mengenal sosok lelaki itu. Tanpa berkedip Iren menatapnya. Lalu kemudian dia mengingatnya, Ia ingat bahwa ternyata lelaki itu adalah Bapak yang hampir ditabraknya tadi di depan stasiun.
”Hey, kok malah bengong sih.” Ucapan Mama mengagetkan Iren.
Iren terperangan dan tersenyum meringis menatap mata lelaki itu yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah Pak De yang seharusnya ia temui di stasiun tadi. Lalu ia berjalan mendekati dan mencium punggung tangan Pak Denya itu.
”Maaf ya Pak De tadi...” Ucap Iren dengan terbata-bata.
”Iya. Engga apa-apa. Ternyata tadi itu kamu toh Ren.”
Iren menunduk tersenyum malu.

Rumitnya Masalah Banjir di Jakarta

Rumitnya Masalah Banjir di Jakarta

Ditulis oleh wahyuancol di/pada Februari4, 2007

Banjir dapat dipastikan terjadi setiap tahun di Jakarta pada bulan Januari-Febuari. Meskipun demikian, persoalan itu sangat rumit untuk diselesaikan. Mengapa? Persoalannya ternyata tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam, tetapi juga menyangkut hubungan antar daerah yang makin diperumit oleh otonomi daerah. Sikap masyarakat pun ternyata juga menjadi masalah tersendiri.

Banjir benar-benar telah melanda Jakarta. Bila kemaren Jum’at 2 Febuari 2007 Jakarta dinyatakan Siaga III, maka pada hari Sabtu 3 Febuari 2007 telah dinyatakan Siaga I dalam menghadapi masalah banjir. Banjir kali ini mengingatkan kita pada banjir pada tahun 2002 yang lalu. Siklus banjir lima tahunan telah datang.Dengan banjir ini, berbagai upaya mengatasi masalah banjir yang telah dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun (2002 – 2007) seakan tidak ada artinya. Berbagai pernyataan yang muncul sebelumnya tentang kesiapan menghadapi banjir, telah terbukti hanya isapan jempol belaka.

Persoalan banjir di Jakarta tidak mungkin diselesaikan oleh Jakarta sendiri. Sama-sama kita ketahui bahwa air yang datang melanda Jakarta datang dari Bogor. Kenyataan ini adalah hal yang tidak mungkin di nafikan. Setiap musim hujan tiba, volume air yang datang dari Bogor tidak sanggup ditampung oleh sistem aliran sungai yang melintas di Jakarta. Keadaan ini terekspresikan dengan hadirnya Banjir. Berbagai ide untuk menyelesaikan masalah banjir di jakarta ini sebenarnya telah dikemukakan. Perlunya upaya yang terpadu untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta juga telah diungkapkan sejak lama oleh para ahli. Tetapi semua usulan yang diajukan itu kandas.

http://wahyuancol.wordpress.com/2007/02/04/rumitnya-masalah-banjir-di-jakarta/